Think Tank by Kombiz - Digital Marketing Canvas [Field Report - Part 1]

Pada Rabu, 12 November 2025 berlokasi di Nanakoe Cake & Pastry diadakan Think Tank by Kombiz. Pada kali ini saya membahas mengenai Digital Marketing Canvas. Sebuah konsep yang seringkali dilewati dalam proses pemasaran digital. Konsep yang membuat beberapa teman KOMBIZ tertampar ( Istilah yang mereka sampaikan ) karena belum melakukan sehingga menjadi kendala pemasaran digital mereka.
Mengapa Judul "Digital Marketing Canvas"
Sebenarnya mengambil tema ini karena di beberapa kesempatan bertemu dengan komunitas, instansi dan owner bisnis yang ingin go digital memiliki drama seperti :
Gimana caranya agar kontennya teratur
Cara bikin konten plan untuk marketing
Cara agar BOD atau Owner bisa tau progress marketing
Lebih worth it mana iklan apa KOL
Dan hal hal teknis lainnya.
Sehingga apa yang diinginkan bisnis dengan yang dijalankan oleh team tidak sinkron atau bahkan tidak konsisten.
Dengan Digital Marketing Canvas ini, maka memberikan insight bagi pelaku bisnis untuk optimal dalam penerapannya.
Ekspetasi Peserta "Digital Marketing Canvas"
Sebenarnya saya membangun mindset kepada peserta yang hadir dalam Think Tank kali ini adalah pulang dengan pencerahan mengenai digital marketing. Mulai dari persiapan hingga penentuan KPI dalam digital marketing.
Dengan tujuan adalah pesertanya mereka yang butuh solusi atas kendala yang dialami atau mereka yang ingin scale up pemasaran digitalnya.
Nah, bagi Anda yang kemarin datang, silahkan komentar dibawah ya. Apakah ekspetasi datang dengan pulang membawa hasil yang memuaskan atau over ekspetasi 🙏😁🫡
Keresahan dan Kenapa Pemasaran Digital ?
Dari data Q2 tahun 2025, saya mendapatkan dari Analytics Trend dan Global Search Digital yang membahas mengenai perilaku pelanggan. Maka berikut data yang disampaikan

Yah, sekarang bisnis apapun itu semua orang sudah mulai cek n ricek dengan produk atau layanan terutama informasi apa yang akan dibeli. Bukan hanya itu , bahkan apa yang akan dituju pun semuanya dicari secara digital.
Mulai dari 90% orang mencari informasi melalui smartphone dibandingkan dengan katanya / human information , 75% lebih percaya review pembeli atau review dari google mengenai lokasi , hingga mengatur referensi apa yang akan dibeli produk / layanannya karena viral di sosial media.
Dan semuanya merupakan informasi yang disajikan secara digital. Dimana bukan lagi mengandalkan brosur atau cara konvensional lainnya. Dukungan beberapa platform hingga cara pengiriman yang semudah di genggaman tangan pun menjadi faktor kenapa sekarang bisnis perlu yang namanya digitalisasi.
Pertanyaanya adalah " Bagaimana Bisnis / Brand / Produk Anda dapat muncul di Era Digital ?"
Apakah ketika nama brand atau bisnis Anda ketika diketik di mesin pencarian sudah muncul , atau apakah direferensikan paling atas atau utama ?

Saya memberikan contoh salah satu usaha rekan KOMBIZ yaitu Day Care , ketika saya berada di gresik dan mencari daycare untuk anak saya maka saya akan mengetik kata kunci "Day Care Gresik" dan terbukti usaha mama ina yaitu OHANA DAYCARE muncul paling atas dan direkomendasikan oleh Google. Bahkan dengan 5 star review.
Nah, keresahan dan kenapa pemasaran digital itu penting terjawab dengan konsistensi dan struktur yang tepat dan akurat
Mengenal Digital Marketing dan Funnel Platform
Ketika bicara digital marketing dan platformnya maka pembahasannya tidak jauh jauh dari 6 poin dibawah ini :

Mulai dari gimana memahami persona target, kemudian disarankan memiliki website , terus aktivasi Google My Business , bikin sosmed, kemudian dilanjut dengan bikin CRM atau Database jika sudah maka lakukan remarketing dengan cara iklan.
NAMUN bukan itu yang menjadi awal pondasi saya ketika melakukan pemasaran digital, baik itu untuk dapanel holding group atau kepada mitra / client.
Walau sebenarnya jika saya memberikan materi itu maka ujung2nya saya bisa jualan jasa pembuatan website , SEO, jasa manage akun sosial media hingga jualan tools CRMAI.ID 😁🙏🤣
Karena saya yakin 1000% ketika saya memberikan edukasi itu maka jadi dilema , karena ribet bikin website , bikin desain sosmed , bikin GMB dll. Menimbulkan apa yang saya sampaikan yaitu Ekspetasi VS Realitas.

Ketika sudah punya website, Ekspetasinya bisa jualan langsung secar digital. padahal ada biaya maintenance, bikin konten, belajar SEO, Copywriting dll.
Atau pergunakan sosial media, tapi bingung desain , branding identitas , terus konten plan sampai konsistensinya bagaimana, belum lagi bayar influencer yang gak murah.
Woke, langkah selanjutnya adalah Google Maps / Google My Business. Tinggal buat terus minta review. Mudah diucap tapi sulit dilakukan 😂😂😂😂. Biasanya asal punya saja dibiarkan berdebu tidak diupdate, dikasih spam review gak diurus, bahkan seringkali juga rawan dihapus.
Ujung2nya solusi terakhir, yaitu iklan saja. Bagi yang punya duit enak tinggal iklan, tapi setelah itu gak ROI, kalo gak ada leads disalahkan ujung2nya bakar duit. 🐦🔥🐦🔥🐦🔥
Oleh karena itu saya tidak memaksakan atau memberikan insight itu adalah pondasi dasar dari digital marketing. Karena tidak ada perencanaan. Nah perencanaan ini saya sebut dengan Digital Marketing Canvas.
Apa itu Digital Marketing Canvas
Mungkin bagi pelaku bisnis, sudah mengenal namanya Business Model Canvas, woke itu dibuat untuk Anda yang akan memulai bisnis. Namun ada juga yang disebut dengan Digital Marketing Canvas.

Hal ini adalahpondasi bagi pelaku bisnis untuk memulai pemasaran digital. Karena apa yang ada di otak Level C atau BOD pastinya akan diturunkan kepada tim marketing atau jika memang hire pihak ketiga seperti agency.
Biasanya karena berdasarkan instruksi, interview atau cuman baca company profile saja maka pemasaran tidak sejalan atau punya implementasi dan penerjemahan yang berbeda satu dengan lainnya. Dah berantakan dan tidak sejalan deh bisnisnya dari hulu dan hilir mencapai target yang sama.
Itulah fungsi Digital Marketing Canvas. poinnya adalah pondasi mulai dari Management, Sales, Marketing, Tukang Iklan , sampai apabila menggunakan Agency satu visi yang sama.
Pengisian dalam Digital Marketing Canvas
Sebenarnya cukup mudah apabila ini diterapkan dalam perusahaan atau team. tinggal diisi kemudian ditempelkan dan terus dievaluasi secara berkala.

[Disclaimer : Slide ini saya ubah dengan DMC dari Mitra, karena semalam yang dipresentasikan sebenarnya DMC Aktif Perusahaan 😁🙏]
Nah mungkin teman teman di Surabaya pasti tau Tugu Pahlawan, setelah mengetahui DMC diatas, pastinya sekarang teman2 yang mengikuti sosmed dan platformnya pasti memahami konteksnya.
Dengan Anda mengisi mulai dari Visi, Misi, Brand, Acquisition, Activation, Value Propotion, Referral, Revenue, Target Audience, Market / Kompetitor, hingga rentention maka :
Tim Desain sosmed akan tau konten plan yang akan dibuat
Tim Marketing akan tau apa yang dijual dan jadi unggulan
Tim Iklan akan tau target iklannya kemana
Tim Sales tau caranya dapat cuan dari mana
Tim Website tau caranya branding website dan copywiritngnya bagaimana.
Atau jika pakai Agency pihak ketiga, dikasih data tersebut sudah tau pikiran BOD atau Level C
Sudah , tinggal dijalankan dan evaluasi secara berkala saja hasilnya. Sehingga nggak lagi nih terjadi drama seperti :
Tim Sosmed bingung mau bikin konten apa lagi
Tim Marketing mau jualan apa dan USP produknya apa
Tim Iklan nggak cuman Boost dengan Iklan, Klik Next > Klik Next > Klik Next yang ujung2nya iklan bakar duit
Tim Sales bingung kalo diminta penawaran atau target
Tim Website mau ngetik artikel atau branding apa
Agency yang malah terlalu kreatif sampai tujuan perusahaan tidak tercapai.
Jadi dengan DMC tersebut maka Goal Pemasaran Digital dapat terukur dengan baik , terukur dan tepat guna. Pastinya produktifitas akan berjalan lancar tidak lagi jumping antar platform satu dengan lainnya.
Nah... sekian dulu penjelasan tentang DMC, dimana solusinya dan langkah untuk menjalankan DMC termasuk solusi mudah teman2 KOMBIZ untuk koreksi plus scaleup bisnisnya akan disampaikan di artikel selanjutnya. Terima Kasih dan mohon maaf apabila ada kekurangan. Ditunggu Artikel selanjutnya karena capek juga ngetik resume panjang sekaligus 😁🙏😂 KOMBIZ - Cuan .. Cuan .. Cuan ....


muanttaapppp Mas Hadi, sharingnya bikin kita ketampar bolak balik jadi sadar kita ini mau bisnis digital, tapi pengetahuan digitalnya masih sepotong2, dengan acara kemarin, jadi ngeh dan paham. OALAAA jadi digital marketing harus berkeseinambungan.